Renungan Pelaut Kapal Pesiar : Tipisnya Perbedaan Antara Setia dan Selingkuh

sel1

Apakah penting membahas hal ini dalam blog kapal pesiar?…Kalau disuruh jujur,nyatanya 80% masalah pelaut kapal pesiar yaa mentok pada kasus konyol ini.Entah pelautnya yang selingkuh … atau pasangannya di Indonesia yang selingkuh…Cobaan hidup seakan tidak pernah berakhir jika kita tidak sesegera mungkin meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

Hidup memang penuh cobaan,terutama dalam hubungan percintaan kita dengan pasangan.Ditengah sedikitnya intensitas komunikasi,kesibukan kerja di kapal pesiar hingga 12 jam per hari yang sangat melelahkan,,mahalnya biaya internet dan telepon untuk kru di kapal (harga phone card  10 Dollar US untuk pembicaraan 50 menitan dan harga internet card 20 Dollar US untuk onlen 4 jam an) ,Naik-turunnya sinyal WIFI kamar yang membuat agenda janjian Skype ,WA or YM dengan pasangan malah lemot / hang dan membuat marahan gak jelas .Ditambah  lagi tingkat stress pekerjaan dan konflik-konflik kecil di lingkungan kerja yang terbawa bete nya saat telponan dengan yang terkasih di rumah.Hal ini lah yang membuat diri kita disusupi setan untuk mencicipi “dosa-dosa dunia”.Interaksi kerja yang begitu dekat,tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kita terlihat perfect (cantik dan tampan)..membuat kecenderungan ” cinta lokasi ” dengan rekan kerja sangat mungkin terjadi.Begitu bebasnya /  “ free sex ” kehidupan di kapal pesiar perlu kita sikapi dengan bijaksana.Beberapa orang memilih pola hidup ” free sex ” di kapal dengan berbagai alasan.Banyak pendapat yang bilang ,biasanya para kru kapal pesiar yang gaya hidupnya seperti itu akan susah ngumpul uangnya (hilang / habis gak jelas) gara-gara untuk having fun dan hedonisme di kapal ,dan juga biasanya pasangan asli mereka di Indonesia juga selingkuh.Tragis memang..Buat apa kerja jauh-jauh dari keluarga kalau malah tidak bisa mengumpulkan uang.Ehh..gara-gara diri sendiri selingkuh..karma nya juga membuat pasangan selingkuh…

Kecenderungan selingkuh bukan hanya menimpa pelaut kapal pesiar,begitu juga dengan pasangan mereka di Indonesia.Ditengah merebaknya kehidupan sosialita,mulai lunturnya norma kemasyarakatan,perasaan kesepian dan mencari figur pengganti / pengisi hati.Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini.masing-masing pihak pasti punya alibi untuk mencari pembenaran dirinya.

sel2

Ada omongan dari rekan kerja kapal senior yang cukup membuat saya berpikir dalam “Semua orang ada ‘masanya’ kok ,..ada saat selingkuh atau bikin dosa lain..entar kalau udah kepentok,yaa ujung-ujungnya insyaf juga..”…Apakah yang dia katakan benar?…apakah kita harus menjalani masa-masa ‘puber ke dua‘ itu untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik,lebih dewasa dan lebih agamis ?…

“kerja di kapal pesiar gak gampang bro / sis,..ada ‘harga-harga’ yang harus kita bayar (kesedihan) , dibalik semua (kesenangan) harta,karier,lifestyle dan life achievement yang kita raih…”

Marilah kita renungkan bersama-sama dalam hati..semoga jawabannya membuat hidup kita jadi lebih baik kedepannya…Amiien…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s