Masa-masa Sulit : disaat Pelaut Kapal Pesiar Ingin Berhenti atau Cuti Kerja

why

Sebuah keadaan yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.Ketika seorang pelaut harus menghadapi realita saat dia kembali seperti dulu.Derasnya uang hasil gaji dan tips kapal pesiar membuat diri kita terlena . Melupakan menabung (karena yakin setiap bulan dapat gaji belasan juta),Melupakan sedekah (karena alasan tidak sempat atau menunda-nunda). Yang ada hanya terjebak dalam kehidupan konsumtif , tanpa memikirkan pos-pos tabungan atau investasi realistis .

Itulah sisi lain dari pekerjaan yang kita cintai ini.Seakan-akan jika kita berprofesi sebagai PELAUT KAPAL PESIAR membuat kita selalu banyak uang bahkan saat kita kita sudah tidak bekerja di kapal pesiar.Salah besar bro !! .Tidak gampang memulai gaya  hidup ” biasa lagi ” saat memutuskan berhenti atau cuti karier kapal pesiar.Apalagi dengan gaya hidup kita  yang terbiasa dengan kemewahan.

Niat berhenti kerja kapal pesiar atau cuti sementara, perlu diapresiasi dengan baik.Bagaimanapun juga  ” hidup normal ” di rumah , jauh lebih baik daripada  ” kerja rodi  ” di kapal pesiar.Rekan-rekan pasti tahu bagaimana beratnya kerja di kapal pesiar kan?..

Sebab-sebab keinginan Berhenti / cuti kerja kapal pesiar :

  • Merasa bosan dengan tekanan kerja dan waktu.
  • Merasa sudah cukup uang .
  • Ingin punya waktu lebih bersama keluarga.
  • Ingin punya anak.
  • dll

Bagaimanapun juga realitanya saat kita memutuskan berhenti / cuti kerja kapal pesiar adalah kita harus BEKERJA lagi di DARAT (bekerja di area domisili kita).Entah itu kembali  bekerja di hotel ,atau Memulai bisnis pribadi.Yang jadi kendala adalah saat menyadari  realita saat kita mendapat income bulanan  jauh lebih sedikit dibanding gaji kapal pesiar kita dulu.Apalagi jika terpaksa bergaji UMR demi mewujudkan tuntutan keluarga untuk kita mempunyai banyak waktu untuk mereka.

Ada cerita perjuangan rekan kapal pesiar yang mencoba berhenti dari kapal pesiar demi mewujudkan program anak.Kang Heru rela harus bekerja kembali di sebuah restoran  hotel bintang 4 di kotanya dengan gaji  2,5 juta (standart UMR  di kota dia)demi mewujudkan impian bersama istrinya memiliki seorang anak.Padahal gaji dia terakhir di kapal MSC cruises mencapai 20 juta perbulan.Kadang berapapun banyak harta kita hasil kerja kapal pesiar tidak ada artinya jika kita belum memiliki anak.Kang Heru bersama istri melewati segala kendala hidup terutama ekonomi   dengan tabah.Bahkan beberapa aset keluarga sempat terjual demi menutupi  sisa cicilan mobil.Akhirnya setelah sempat berpinda-pindah hotel tempat bekerja, dan kini  masa-masa sulit itu berlalu ,setelah 2 tahun dia berhasil menggapai semua keinginannya dengan seimbang.Punya anak dan punya karier cemerlang sebagai Food & Beverage Manager di hotel bintang 5 dengan gaji 12 juta perbulan.Sungguh perjuangan luar biasa bagi seorang calon ayah yang kini sukses menjadi seorang ayah.Memang gaji dia tidak sebanyak gaji saat dia di kapal pesiar dulu, tapi sekarang dia bisa memiliki anak dan hidup cukup dengan gaji lumayan.

kel last

Masih banyak cerita pelaut-pelaut kapal pesiar lain yang sukses hidupnya di darat (bekerja atau berbisnis di Indonesia).Kita tidak perlu khawatir akan berbagai kendala asal kita sekuat tenaga berusaha.Jangan lupa beribadah dan menyumbang dana untuk rumah ibadah atau panti sosial. Yakin !!!, pasti Tuhan Y.M.E akan memberikan kita hikmah dan hidup yang lebih baik lagi kepada kita.Amiienn…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s