gak ada GAJI yang tak cukup,..yang ada ,LIFESTYLE yang tak sesuai dengan GAJI

image cash flow

 Besar pasak daripada tiang.Pepatah itu sangat Indonesia banget.Bangsa kita memang terkenal konsumtif.Berapapun gaji di dapat,…yaa, tetap gak pernah cukup.Gonta-ganti gadget, kendaraan, pakaian.Alangkah lebih baik jika hal ini dipikirkan dengan matang.Jangan melatih diri kita menjadi pribadi yang konsumtif . Boleh punya benda-benda mahal.Apalagi  kita sebagai pelaut pastinya ingin terlihat keren dan eksis di lingkungan sekitar, menunjukkan kalau kita adalah orang sukses.Tapi jangan terlalu sering membeli benda-benda mahal.

Kita sebagai pelaut kapal pesiar sering mengalami hal seperti berikut . Secara tidak sengaja kita jadi “saingan” dengan temen.Seseorang beli gadget terbaru, kita ikutan,..padahal gadget kita kemaren baru 4 bulan terbeli.Akhirnya  gadget lama dijual asal laku.Begitu juga dengan alat elektronik yang lain.Pakaian-pakaian baru  juga menumpuk di koper.Setiap kapal nge-port selalu yang dituju adalah mall -mall yang menjual   pakaian bermerk.Boleh-boleh saja menghadiahi diri Dengan hal-hal bagus, tapi jangan terlalu boros dan jangan dibiasakan.

Kalau pelaut mau jujur, dulu saat masih bekerja di hotel di Indonesia dengan gaji UMR, merasa kurang uang.Lalu bekerja di kapal pesiar dengan gaji awal sekitar USD $ 600, masih kurang..hingga tak terasa udah 6 tahun  bekerja di kapal pesiar dengan gaji  USD $ 2000 per bulan pun yaa tetap belum cukup.(saya pun juga merasa begitu ).

persentase

Boleh lah kita memikirkan lifestyle , tapi jangan lupa memikirkan pos-pos pengeluaran uang. Idealnya , saat kita mendapatkan gaji kita harus memikirkan bagaimana pemanfaatannya yang efektif dan efisien.6 tahun lalu saya pernah membaca buku  motivasi keuangan berbahasa Italia yang sangat inspiratif. Dikenal dengan sebutan TEORI 1234.

  • 1 atau 10% :UNTUK MENYUMBANG TEMPAT IBADAH atau PANTI SOSIAL. Berapapun rejeki kita masbro !!!, semuanya dari Tuhan .Y.M.E.. sumbangkan 10% nya untuk aktifitas keagamaan , sedekah , infaq , wakaf , dll.
  • 2 atau 20% : UNTUK HIBURAN atau REKREASI.Disinilah kita harus bisa berpikir cermat.(banyak pelaut kapal pesiar terlena dengan gaji yang besar) . Sedangkan anggaran untuk senang-senang sebenarnya hanya 20% dari gaji lho.Jangan sampai memaksakan diri membeli gadget terbaru seharga  USD $500an ,padahal pembelian itu menggunakan sebagian besar gaji yang hanya USD $ 650.Banyak pelaut kapal pesiar memaksakan diri demi impian beli gadget terbaru secepatnya agar tidak keduluan temannya dan rela menggunakan hampir 80% gajinya.
  • 3 atau 30% : UNTUK TABUNGAN MASA DEPAN.Ini yang disebut “duit beku”. Rekening ini jangan disentuh / digunakan  kecuali uangnya sudah cukup jika ada rencana untuk membeli rumah , mobil , tanah (segala jenis pengeluaran yang berkatagori investasi ).
  • 4 atau 40% : UNTUK PENGELUARAN RUTIN.termasuk juga anggaran dana yang ditransferkan ke Orang Tua , istri untuk biaya  Asuransi , konsumsi, transport , listrik, PDAM, pulsa, iuran TV kabel , dll.

dollar

inti dari artikel ini adalah , jangan memaksakan diri membeli sesuatu jika itu melebihi 20% gaji kita per bulan.Sebagai pelaut kapal pesiar kita harus memikirkan tabungan untuk masa depan, investasi rumah , tanah yang kelak bisa dimanfaatkan atau diwariskan ke anak-anak kita.

TIPS dari saya :

  1. Jangan menggunakan gaji dari kapal pesiar secara boros. Usahakan pengeluaran di kapal pesiar hanya menggunakan uang tips saja .kalau minggu ini dapat $20, silahkan senang-senang dengan uang itu , kalau mendapatkan $ 200, boleh dimanfaatkan terserah ( usahakan punya ” tabungan kecil ” ,sehingga pada saat minggu-minggu tertentu tidak mendapatkan tips dari tamu bisa mengambil uang cadangan ini ).Kalau tidak ada tips apapun, saatnya mengecek amplop ” tabungan kecil “…jika tidak ada uang sepeser pun,…saatnya “puasa” dulu, gak usah keluar kapal untuk jalan-jalan.hehehe…
  2. Jika ingin beli barang ( gadget , pakaian , dll ),belilah barang yang sekalian mahal,terbaru,tercanggih,bermerk.Hal ini bisa menghindarkan kita dari sifat kepengen lagi.Kalau kita membeli barang yang biasa-biasa aja…kadang kita merasa “panas” kalau ada teman mempunyai barang yang lebih bagus dan kita ingin menyainginya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s