Angin Laut ‘kan Membawamu Kembali

 

angin laut

Kerja kapal pesiar , benci-benci tapi rindu  bikin ketagihan..Jadi teringat masa-masa tahun 2008 saat mengawali karier kapal pesiar.Terus terang menjadi pelaut kapal pesiar sangat jauh dari impian saya . Saya adalah seorang lulusan sarjana S1 ekonomi dengan IP lumayan bagus, tapi sayangnya saya tidak pernah diterima kerja dimanapun.ratusan  walk in interview , berbagai tes saya jalani, tapi tetap aja tidak ada perusahaan yang mau menerima saya. Akhirnya saya memutuskan untuk banting stir  ke kapal pesiar.berbekal ilmu bahasa Inggris dan bahasa Italia saya yang lumayan, ( kebetulan saya sebelumnya adalah tourist guide di Yogyakarta sejak SMA ).saya yakin akan diterima bekerja di perusahaan kapal pesiar MSC berbendera Italy.Tentunya saya harus sekolah LPK kapal pesiar dulu dan mencari pengalaman hotel 6 bulan meski hanya training saja.Beruntungnya saya pada tahun tersebut seleksi mendaftar kapal pesiar masih tergolong mudah , modal 2 bahasa asing , postur dan percaya diri saat interview membuat saya diterima.

Akhirnya saya bisa diterima bekerja di kapal pesiar, terus terang niatan saya saat itu hanya ingin mencari MODAL untuk WIRASWASTA pribadi. Sesampai di kapal pesiar cukup nervous juga melihat betapa beratnya pekerjaan.Minggu pertama saya lalui  dengan cukup berat, pekerjaan yang bikin capek dan waktu tidur yang terpotong-potong membuat saya stress juga.Kalau kangen dengan keluarga sih enggak,…karena lebih baik saya jauh dari rumah daripada bertahan di rumah sering dimaki-maki orang tua saya karena dianggap sebagai anak yang tidak produktif. ..hehehe…

Tahun 2008 dengan gaji sesuai sign contract USD $ 1050 , membuat saya optimis bisa mengumpulkan uang 100 juta selama masa kontrak 10 bulan (saat itu kurs dollar adalah Rp.12.800 ).Target saya adalah mencari modal untuk membangun usaha toko handphone + pulsa sebesar 60 juta dan sisanya untuk membeli mobil sedan Timor bekas seharga 35 juta an.Kebetulan sebelum bekerja di kapal pesiar, saya pernah dipercaya seseorang untuk mengelola counter handphone dan selama 3 tahun tersebut sukses tanpa kendala.Makanya saya bertekat ingin  punya usaha seluler sendiri tanpa bantuan modal orang lain.

Akhirnya minggu pertama kerja (cruise 1 ) berhasil saya lalui.Oleh waiter saya ( partner kerja ) , saya diberi uang  245 euro. Saya kaget..” uang apa ini pak ? ” …lalu dia menjawab ” itu uang hasil tips kita melayani tamu se-cruise ini “…woow… “banyak banget “…kata saya…lalu waiter saya bilang kalau uang itu tidak seberapa,..kadang-kadang kalau sedang beruntung malah dapat lebih tipsnya..Sejak detik itulah semua capek saya hilang.Semua tertutup dengan kegembiraan saya menerima uang tips tersebut.

impian

sepulang kerja dinner service, saya ngobrol-ngobrol dengan senior lain.Seperti umumnya pemula, saya menanyakan banyak hal tentang dunia kapal pesiar, sambil menceritakan Visi dan Harapan saya kedepan.saya menceritakan kalau saya hanya ingin sekali aja bekerja di kapal pesiar. 100 juta itu sudah cukup kata saya .Banyak senior mentertawakan saya…“mana mungkin kamu sekontrak aja di kapal..pasti kamu ketagihan,…duit seberapapun gak bakalan cukup  bro !!!“…jawab saya ” ahhh masa seeh ?…”

Angin laut ‘kan membawamu kembali

Begitulah ucapan Bli Putrawan (seorang senior kapal MSC  dari pulau Bali) kepada saya saat itu.Bulan demi bulan saya lalui.Kerja kapal pesiar sangat menyenangkan  , duit banyak, mau beli apa aja gak usah mikir.Akhirnya Hingga sekarang, saya masih sangat senang kerja kapal pesiar.Dari impian mobil sedan timor bekas tertutup impian mobil lainnya yang jauh lebih bagus dan mahal.dari impian merenovasi rumah orang tua, malah bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah pribadi ( baca artikel saya : spekulasi tingkat tinggi ,punya rumah di tahun ke-2 kerja kapal pesiar ).dari tahun ke tahun impian dan target saya meningkat.Hal itu yang membuat saya selalu ingin kembali ke kapal pesiar .meski kerjanya berat dan penuh tekanan,mungkin ini jalan hidup saya.Meski ijazah S1 saya tidak terpakai, setidaknya saya tidak malu kalau bergaul dengan teman-teman kuliah ekonomi saya dulu yang sekarang sukses kerja di Bank bergaji belasan juta  .

“..Cintailah pekerjaanmu , meski pekerjaanmu bukanlah  apa yang kamu cita-citakan, tetapi pekerjaanmu itulah yang membuat kamu masih bisa bertahan hidup dan tetap berpenghasilan hingga saat ini…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s