Aku bukan pelaut!!! Kapalku adalah KAPAL PESIAR

kapal pesiar

Pernah  melihat sebuah coretan di tembok salah satu  rumah kontrakan di daerah Bangkong,  Semarang yang menyewakan kamar-kamarnya harian atau bulanan untuk mengakomodasi para pelaut atau pelaut kapal pesiar yang mencari dokumen atau sertifikat laut. di kota Semarang daerah bangkong ada sebuah sekolah / akademi ( P.I.P Semarang )untuk calon pelaut dan para pelaut membuat dokumen kelautan.Saat itu  bulan ramadhan tahun 2007, Sehabis lulus studi LPK kapal pesiar, saya dan rekan-rekan berjumlah  17 orang merencanakan ke kota Semarang untuk mencari dokumen kelautan. Hal ini dilakukan karena sambil mengisi waktu menunggu panggilan Interview  agen kapal pesiar MSC.

Mungkin karena di daerah situ ada akademi Politektik ilmu Pelayaran ( P.I.P ), banyak rumah di sekitar membuka kos-kosan atau kontrakan dadakan untuk para pelaut. Ada rupa ada harga, kontrakan tempat kami tinggal kondisinya cukup kumuh sesuai dengan biaya yang kami keluarkan. Suasana kamar pengap dan panas khas kota Semarang, banyak juga pelaut lain yang ngekost disitu, Coretan di dinding penuh sesak. Ada yang ejek-ejekan, atau saling mengomentari. Ada yang mengagungkan perusahaan kapal tempat dia kerja,dan pastinya menjelekkan perusahaan kapal lain. Kebanyakan tulisan mengomentari panasnya kota Semarang atau menuliskan curhat kerinduan mereka kepada keluarga / pasangan.

Aku bukan pelaut!!! Kapalku adalah KAPAL PESIAR 

Sebuah coretan di dinding tebal menggunakan spidol yang cukup menggelitik. Mungkin ada sebagian pelaut kapal pesiar yang merasa risih kalau dirinya disebut hanya ” Pelaut ” .Di pandangan masyarakat umum memang kalau kita kerja di kapal yaa disebut ” Pelaut ” . Mungkin kita sebagai pelaut kapal pesiar juga merasakan hal yang sama. Apakah kita merasa punya ” level ” lebih tinggi dari pelaut biasa ?..Secara gaji yaa mirip-mirip saja. Ada yang kecil atau besar tergantung posisi pekerjaan / pangkat kita di atas kapal. Mungkin karena kita merasa punya pengalaman hotelier, dan merasa bisa berbahasa Inggris fasih yang membuat kita merasa harga diri  kita jauh lebih baik dari pelaut biasa. Di setiap pelabuhan ,  pelaut kapal pesiar memandang remeh pelaut biasa jika mereka bertemu.Mungkin memang kodratnya seperti ini, moral Bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dengan sifat saling membandingkan dan merasa lebih baik.termasuk kita-kita para pelaut kapal pesiar.

Bahkan saat saya memutuskan membuat blog inspirator kesuksesan ini, tetap saya kasih embel-embel  “kapal pesiar” agar membedakan antara yang disebut “pelaut” dan “pelaut kapal pesiar ” itu sendiri..hehehe…Buat rekan-rekan pelaut kapal pesiar, Jangan terlalu melebih-lebihkan diri kita lah..apapun pekerjaannya kalau di kapal, yaa kita ini disebut kuli, tidak usah membanding-bandingkan karena kita semua sama. Artikel ini cuma intermezzo aja.Sebagai selingan daripada pusing mikirin pekerjaan kapal pesiar yang makin bertambah hari, makin bertambah tekanannya. Semangat terus kawan…

JAYALAH SELALU PELAUT KAPAL PESIAR INDONESIA…!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s