Pelaut Kapal Pesiar Indonesia dan Hak Asasi Manusia di laut

human rights at sea

Buat rekan-rekan  yang udah senior di kapal pesiar, pasti udah tahu rasanya. Diremehkan, Dibully, Dicaci-maki oleh Senior, Rasis, dan segala kebetean lain yang mempengaruhi perasaan kita saat bekerja di atas kapal. Maksud hati yaa ingin membalas segala perlakuan kru bangsa lain tersebut, tapi apa daya …Banyak hal yang membuat kita mau-nggak mau harus menerima segala ketidaknyamanan ini . Terkadang untuk biaya keberangkatan kapal pesiar aja masih harus hutang sana-sini. alhasil, gaji kapal pesiar di bulan-bulan awal digunakan untuk membayar hutang. Buat yang udah berkali-kali berangkat kapal biasanya juga mulai mengkredit rumah, mobil, dll. Pelaut kapal pesiar Indonesia terkadang terlihat lemah, saat ingin membalas perlakuan itu, tapi kalau sampai terjadi konflik fisik takut dipulangkan karena banyak  tanggungan hutang   di rumah. Mau melapor ke Supervisor atau HRD terkadang dikesampingkan juga kalau masalahnya hanya ” sakit hati ” karena dibully, diremehkan, dll. Terkadang posisi agen kapal pesiar kita ” tidak terlalu kuat ” di mata perusahaan pusat. Intinya, meski Hak asasi Manusia di kapal sudah diatur, namun kadang saat ada masalah menimpa , kita cenderung menjadi pihak yang NRIMO…( bahasa jawa : menerima ).

Bully

Dasar nasib kita-kita ini yaa guys, dulu dijajah bangsa lain ratusan tahun, dan sekarang seakan-akan kita masih terjajah. Crew bangsa lain terkadang menganggap kita sebagai kompetitor, karena kemampuan kru Indonesia yang mudah beradaptasi di pekerjaan & cenderung lebih disukai penumpang kapal pesiar ( passenger ). Alhasil mereka melakukan apapun agar kita tidak betah bekerja di kapal pesiar. Untuk rekan-rekan yang bekerja di kapal pesiar dengan banyak kru dari Indonesia,..bersyukurlah. Mungkin masalah ini tidak banyak terjadi. Tapi bagi beberapa kru kapal pesiar seperti saya yang jumlah kru dri Indonesia sangat sedikit, terkadang menjadi kekhawatiran juga.

no racism dude

Yang namanya BEKERJA…pastinya kita butuh juga KETENANGAN JIWA , selain dari hasil GAJI. Buat apa bergaji banyak kalau suasana kerja & lingkungan kerja kita kurang kondusif. Supervisor yang rasis, agak seret naik pangkat (promote ) dibanding rekan dari negara lain, rekan kerja ( bangsa lain ) yang kurang bisa diajak bekerja sama atau bahkan ingin menjatuhkan kita, dll. Hal ini yang perlu kita pikirkan. Ternyata gak mudah juga bisa bertahan bekerja di kapal pesiar. Sering terdengar kasus seorang kru yang baru join kapal seminggu sudah resign minta dipulangkan. Terkadang alasan tidak kuat meninggalkan keluarga , namun lebih seringnya karena tidak siap dengan realita kerasnya  lingkungan kerja di kapal pesiar.

say-no-to-racism.jpg

Banyak trik dari beberapa senior kapal pesiar untuk meminimalisir hal ini , seperti:

  1. Selalu PD , jangan terlihat culun di mata kru bangsa lain meski kita adalah pemula ( new joiner ).
  2. Perbanyak kemampuan bahasa asing & skill pekerjaan sehingga tidak semua orang bisa merendahkan kita ( termasuk supervisor ).
  3. Cuek bebek, gak perlu peduli dengan kru bangsa lain yang berusaha ngerjain kita  ( sering dipraktekkan para kru dari Indonesia ). Kalau dimaki bangsa lain hanya masuk telinga kiri – keluar telinga kanan ..hehe..
  4. perbanyak teman positif di kapal agar mengurangi tingkat stress kerja & sebagai teman berbagi.
  5. NRIMOO !!!! ( menerima  ) segala keadaan saat bekerja di kapal pesiar . Yang penting punya gaji dollar, mengumpulkan uang sebanyak mungkin ( dengan target ) & pada tahun tertentu  resign dari kapal pesiar untuk brewirausaha di Indonesia.

Finally gimana tinggal kuat-kuatan aja , seberapa kita bisa bertahan bekerja di kapal pesiar. Di kapal pesiar itu mirip seperti sebuah negara . Ada pimpinan ( kapten ), menteri ( pejabat / officer ) , security, bantuan penyelesaian kasus ( HR manager ). Kalau tejadi sesuatu yang tidak mengenakkan kepada kita jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan . Mulai dari tingkat supervisor,  atau langsung ke security kapal jika sudah mengarah ke penyerangan fisik apalagi kekerasan seksual. Kita juga berhak konsultasi ke HRD office , jika kita merasa diperlakukan tidak adil ( seperti susah naik pangkat jika dibanding kru bangsa lain yang terkadang sebangsa dengan supervisor yang pilih kasih ).

happy

Buat rekan-rekan pelaut kapal pesiar yang hingga saat ini masih bisa bertahan struggle on board. SELAMAT !!! yaa guys. Memang kalian bermental baja.Buat adik-adik calon pelaut kapal pesiar, selain kemampuan bahasa & skill pekerjaan..silahkan kalian tingkatkan juga mentalitas kalian. Jangan letoy, jangan mudah meng IYA kan kalau disuruh-suruh senior di kapal jika itu bukan job description kalian, & selalu perbanyak tips + trik dari senior tentang bagaimana cara betah bekerja di kapal pesiar.

JAYALAH SELALU PELAUT KAPAL PESIAR INDONESIA  !!!!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s