Bekerja di Kapal Pesiar

 

Sebuah cerita tentang mengawali karier kru kapal pesiar yang sebenarnya. Banyak yang tidak tahu realitanya terutama keluarga kita dirumah. Yang mereka tahu, kita bekerja di kapal pesiar dengan gaji yang kalau dirupiahkan cukup besar nominalnya. Pada video Yutub diatas menceritakan tentang  kru kapal pesiar PRINCESS Cruises. di perusahaan kapal pesiar lain juga mungkin ceritanya sama.

Si pengunggah video ini, ingin menunjukkan bahwa pekerjaan di kapal pesiar tak semudah yang dibayangkan. Mungkin kita  pikir kerja enak,tidur nyenyak,duit banyak,rekan kerja tidak rese’ dan supervisor yang baik. Dengan tekanan kerja dan waktu kerja yang berat,bisa saja terjadi seorang kru kapal pesiar jadi berperilaku aneh sementara (stress on board). Kadang perlu maklum juga kita sebagai kru yang baru join, berhadapan dengan beberapa orang kru/Supervisor yang lagi stress  seperti ini. Pada video diatas banyak terdapat kalimat yang tidak baku secara pemahaman bahasa Inggris, kebanyakan kalimat adalah sebutan/ungkapan/umpatan  bawaan dari beberapa negara tempat kru kapal pesiar berasal. Adik-adik calon pekerja kapal pesiar jangan kaget nantinya jika di kapal menemukan banyak kalimat seperti diatas, umumnya kalimat yang berkonotasi kotor. Video diatas, terdiri dari beberapa rekaman yang disatukan. Rekan-rekan pelaut kapal pesiar mungkin sudah familiar dengan beberapa kalimat yang ada dalam video ini (terutama kru PRINCESS Cruises). Bagi adik-adik calon pelaut kapal pesiar sya coba terjemahkan video diatas agar memahaminya. check this out!!

Menit 00.01 : Diawal video diceritakan awal yang harus dilalui saat berada di dalam kapal, kita harus menghadap crew office untuk menandatangani beberapa lembar dokumen (papalito),lalu kita akan diberi kunci kabin kita. Di area kerja kita mulai bertemu rekan-rekan sebangsa (paisanos) dan mereka akan menyapa kita (ce fa ci?, comosta pare?, hola pendeho, apa kabar mas?, dll). Hari pertama bekerja, kita akan merasa canggung (cucu) terutama bagi yang kontrak pertama, bahkan saking besarnya kapal , kita mungkin dapat tersesat tidak tahu dimana letak kabin kita. Kadang juga kita terlambat bekerja 2-5 menit hanya gara-gara kita tersesat bahkan salah harus menggunakan lift yang mana menuju tempat kerjaan. Perlu diketahui bahwa ukuran kapal pesiar jaman sekarang panjangnya bisa mencapai 350m dengan 14-17 lantai (deck). Ketika terlambat absen, kadang ada supervisor (capo) yang memarahi (tracate) kita karena terlambat meski hanya 3 menit. Lalu kita mencoba meminta maaf (apologize) dan kemakluman karena kita baru saja join kapal . Belum kelar capeknya kita lari-lari menuju area kerja, kita sudah disuruh turun lagi ke crew office untuk foto kartu identitas kru (di Princess disebut laminex), dan kita disuruh tersenyum saat difoto seperti pecundang/orang bodoh (babalu/babaloo). Pekerjaan di kapal pesiar itu berat, hampir tidak ada waktu senggang kecuali saat kita diberi waktu libur, itupun tidak bisa sehari penuh. Kita akan super sibuk/hancur(brata) setiap saat. Lalu supervisor bertanya kepada kita, biasanya ditambahi kalimat kotor dari negara asal dia contoh: (pulamai, dll).”Apakah kamu baik-baik saja?” (che la fai?). “Baru kerja sebentar sudah loyo (caput) dan kamu mengeluh (papapa) dengan kru lain (other babalinos).

Menit 00.58: di tempat kerjaan terkadang kita tidak sengaja mengotori area .Biasanya orang cleaner/galley umumnya berasal dari negara Amerika latin yang biasanya berbadan kecil (chaparito) akan memaki-maki kita (ronzata) karena kita mengotori area. Lalu supervisor  akan menyuruh kita menyapu (scopeta) sebagai bentuk hukuman/tanggung jawab. Seorang rekan kerja akan memberi saran kita untuk menyapu  asal bersih saja (butayuu/buta giu) toh itu bukan pekerjaan kita. Setelah lelah bekerja kita ingin makan (mangiare) agar bertenaga (para power).

Menit 01.08: Hari awal berlalu, kita sudah mulai mengenal wajah-wajah rekan kerja namun kita masih lupa siapa namanya. Makanya kita memanggil mereka dengan kalimat-kalimat panggilan seingatnya yang kita sempat dengar kemaren (meski kita masih salah ucap&maksud juga).(pare,mas,bli,mamacita,chaparita,dll).

Menit 01.22: Saat kita ingin menelepon keluarga menggunakan PIN kartu telepon. Cukup repot karena harus mendengar auto voice yang sangat familiar (press one for English) dan kita ikuti instruksinya sebelum bisa berkomunikasi dengan keluarga.Karena kangen, tak terasa ngobrol hampir sejam dan pulsanya habis (finito). Bengong bingung mau ngapain akhirnya kita pesan mie instant ke (cambusero) sebutan untuk orang yang bekerja di store dept . Biasanya dia berbisnis menjual mie instant eceran atau per kardus. Kadang karena laris mereka kehabisan stok/nggak ada (nosta). Karena lapar dan sudah terlanjur lapar kita biasanya akan marah-marah/komplain ke mereka (rumenta).

Menit 01.38: Karena sudah capek bekerja dan gak sabar pengen naik gaji, kita sering meminta ke manajer (di bagian restoran  disebut Maitre’D) untuk naik pangkat (promotion). Banyak kru yang licik (mafioso) dengan memberi sogokan/upeti ke pimpinan ( biasanya berbentuk barang elektronik, atau membelikan wine.champagne). Untuk kru perempuan ada juga beberapa yang rela menjadi pacar sementara/kumpul kebo dengan pimpinan hanya untuk percepatan naik pangkat.

Menit 01.45: Semakin lama bekerja di kapal, kita merasa semakin paham pekerjaan dan melakukan pekerjaan asal-asalan (butayuu/buta giu), kadang kita cuek dan makan di tempat kerja seakan-akan tempat kerja kita anggap seperti kantin kru (saleta).

Menit 01.48: Terkadang kita harus menghadapi tamu kapal pesiar yang suka komplain (rumenta).

Menit 01.50: Saat ingin ke toilet (pishare), terkadang supervisor menahan dulu .di malam gala dinner ada sebuah momen spesial “baked Alaska” yaitu cake dengan lilin yang dinyalakan dibawa staf dining room memutar area restoran.

Menit 02.00: Supervisor terlalu berat memberi tugas (sbutch) kita selama kontrak. Terkadang kita menemui tamu kapal pesiar kualitas rendah (chipetone) yang hanya pesan minum es teh gratisan. Karena kita tidak ada penjualan minuman yang bagus kita tidak memenuhi kuota (nosta backus) dan tidak dapat hari libur (nosta day off). Karena terlalu capek (cagado) dan tidak bisa istirahat, kita sengaja makan buah prune agar mencret dan bilang ke supervisor kalau kita diare (cacarela) agar kita bisa tidur nyenyak. Apesnya hari itu ada (crew rounds/cabin inspection) Sebuah istilah untuk inspeksi kebersihan dan kelengkapan peralatan keselamatan di kabin. Biasanya kita diharuskan meninggalkan kamar setidaknya satu jam. Biasanya kalau ada crew rounds, rekan-rekan pelaut kapal pesiar pada bete karena malam sebelumnya harus bersih-bersih kabin dan paginya waktu istirahat terganggu.

Menit 02.22: Biasanya setelah 6-9 bulan, kontrak kerja kita akan berakhir. Itulah wajah ter-hepi kita sepanjang kontrak kerja. kita bisa (escapare) terbebas dan (finito la musica/musiknya telah berakhir) sebuah istilah untuk akhir dari semua kerjaan di kapal pesiar.

Sebagai pelaut kapal pesiar, kita harus bisa menentukan target kapan harus berhenti. Diperlukan konsep matang tentang cara mengatur keuangan dan bagaimana memanfaatkannya. Jangan menjadi pecundang besar (a big babaloo) yang bisanya hanya bolak-balik menjalani kontrak kapal pesiar  cari duit yang habis nggak jelas tanpa menghasilkan bisnis/investasi apapun di rumah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s