Pelaut Kapal Pesiar dan Sebuah Renungan kepada Orang Tua

jadikan-kedua-orang-tua-mu-rajamu-kelak

Apalah kita dulu, sebelum bisa bekerja di kapal pesiar?. Bisanya hanya meminta  kepada  orang tua. Pengennya segala permintaan harus terpenuhi segera. Pakaian, HP, Motor, uang saku, kado ulang tahun, dll. Terkadang kalau ingat perlakuan kita dulu kepada orang tua jadi sedih bro/sist . Orang tua dimanapun pastinya menginginkan anaknya untuk bisa sukses di pekerjaan dan kehidupan. Apapun permintaan kita, selalu diusahakan meski terkadang harus pinjam uang ke saudara/teman. Kerja keras orang tua demi  kebutuhan hidup  dan anggaran yang cukup untuk mengawal kedewasaan kita.

Menyemangati kita agar punya pekerjaan bagus. “Apa cita-citamu nak ?.. dokter, polisi, pilot, insinyur,  dll” . Tahun demi tahun berlalu, dan  realitanya jaman sekarang cari pekerjaan yang pantas itu susah. Akhirnya orang tua menyemangati kita untuk menjadi pelaut kapal pesiar. Meski belum tahu pasti apa positifnya mempunyai anak yang berprofesi  sebagai pelaut kapal pesiar . Proses menuju dunia pekerjaan kapal pesiar itu tidak mudah dan tidak murah . Do’a orang tua yang tidak pernah terputus . Dari saat kita berniat ingin bekerja di kapal, membantu mencari info tentang agen kapal, mencarikan dana untuk biaya proses keberangkatan kapal pesiar . Bahkan ada beberapa orang tua yang join grup fesbuk pelaut kapal pesiar, sekedar pengen tahu tentang dunia itu agar bisa mensupport anaknya sukses bekerja di kapal pesiar. Hingga di saat roda kesuksesan bisa diraih,  Orang tua  sedih tapi harus berbahagia saat tidak bisa memiliki kita seutuhnya lagi karena  kita memutuskan untuk menikah.

“Such an awesome parents, Lalu kapan kita bisa berbakti kepada orang tua kita ?”

Jadi sedih yaa guys…sampai saat ini pun, ternyata kita masih  banyak merepotkan orang tua.  Ditengah banyak keterbatasan dan capeknya kita saat bekerja di kapal, sempatkanlah untuk  menelpon orang tua . Meski terkadang  orang tua  kita kurang bisa mendengar / menggema nya suara kita ketika kita menelpon  dari kapal, usahakan untuk selalu menanyakan kabar beliau  dan menceritakan kabar kita. Betapa bahagianya mereka saat mendengar bahwa kita sudah bisa beradaptasi dan nyaman bekerja di kapal pesiar. Apalagi pencapaian karier dan peningkatan gaji kita.

Gambar-Untuk-Orang-Tua

Next step, rutin mengirimi uang. Gantian kita mensupport  orang tua kita agar kehidupannya membaik. Bagi rekan-rekan yang masih kontrak awal dan bergaji minim, targetkan minimal USD $25 per minggu mengirimi orang tua. Uang segitu kecil di kapal tapi lumayan besar di rumah. Bagi yang bergaji ribuan dollar harus lebih banyak lagi kirimannya yaa . Jangan pelit terhadap orang tua, ingat perjuangan mereka saat membesarkan kita dulu. Masa cuti/liburan kapal pesiar harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk berinteraksi kepada orang tua. Kalau tidak pintar-pintar membagi waktu, tak terasa liburan kapal 3 bulan sia-sia kita habiskan uang dan waktunya di luar rumah tanpa kebersamaan dengan orang tua.

Mungkin hari ini  kita belum sempurna, masih mengejar karier di kapal pesiar dan impian duniawi lainnya. Mulailah sadari, bahwa orang tua kita semakin lama semakin berusia lanjut. Hormati orang tua, do’akan mereka setiap hari, dan utamakan mereka seperti mereka mengutamakan  kita  diatas  kepentingan lain.

“Tidak ada kata terlambat, setidaknya kita berusaha membahagiakan mereka pada sisa umurnya. Karena kita tidak akan pernah tahu……..”

gambar-untuk-orang-tua2

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s