Part 1 : Menggapai kesuksesan pelaut kapal pesiar (bagi yang masih single)

young-rich

Yang muda, dinamis,dan kaya raya. Apalagi kalau ditambah karakter agamis dan berbudaya.  Mantab yaa , usia 20an tahun punya profesi  sebagai pelaut kapal pesiar. Sudah menjadi cita-cita banyak rekan-rekan  yang ingin segera sukses dan berpenghasilan besar. Apapun motivasinya, Jaman sekarang menjadi pelaut kapal pesiar bukanlah perkara mudah. Untuk tips dan trik perjalanan menuju kesuksesan kapal pesiar sudah banyak diulas pada artikel di blog kesayangan kita ini. Namun setelah kontrak pertama berakhir dan uang hasil kapal pesiar ditangan, perlu banyak pemahaman tentang pengelolaan keuangan agar hasil yang didapat bisa semaksimal mungkin bermanfaat. Silahkan googling tentang ‘cara mengelola keuangan’ ,’cara sukses di usia muda’,  dll. Sehingga sebagai pelaut kapal pesiar pun kalian harus smart jangan sampai kalah kemampuan memanajemen keuangan kalian  dengan pekerja lain bergaji 3 juta an namun pandai mengelola keuangannya.

Boleh lah, membeli sesuatu yang dicita-citakan sejak dulu. bagi crew cowok , 90% kalau ditanya pasti ingin membeli kendaraan bagus. Maksain kredit kendaraan ?…nggak papa sebagai penyemangat kerja.  Crew cewek biasanya orientasinya lebih ke arah mensejahterakan keluarga/Orang tua. Dari sekian banyak tips pengelolaan kesuksesaan, kembali lagi pada diri sendiri bagaimana mau mengelola keuangan. Kepulangan kontrak pertama kapal pesiar terkadang menjadi dilema tersendiri. Membayar hutang biaya proses keberangkatan tentu harus dilakukan, Mulai banyak tetangga atau sodara jauh ‘melakukan pendekatan’  untuk pinjam uang. Ada yang alasannya terang-terangan karena butuh, atau yang berbalut proposal bisnis agar mengeruk uang hasil kapal. Terkadang semudah itu kita memberikan modal. Entah karena sungkan menolak, mudah terpedaya rayuan, atau alasan konyol lainnya.

Ketahuilah guys !!, utamakan dulu orang tua yang dulu susah payah mencarikan biaya untuk proses keberangkatan kalian. Enggak ada salahnya merenovasi Rumah tinggal milik orang tua kita . Sekedar mengganti cat, merenovasi bagian depan rumah, dan ruang tamu, atau membangun garasi siapa tahu kontrak berikutnya kita bisa membeli mobil. Tidak perlu merenovasi total karena rumah orang tua suatu saat akan diwariskan bagi rata ke kita dan saudara kandung. Jangan sampai saudara kandung merasa jika kita meng-Hak-i rumah orang tua hanya gara-gara berhasil menyulap rumah jauh lebih bagus. Setidaknya ada sebuah ‘monumen’ hasil kerja keras kita yang bisa orang tua banggakan. Beli kendaraan baru (biasanya kredit) boleh dilakukan, namun perlu dipertimbangkan harga dan cicilannya nya karena nanti yang menanggung biaya cicilan adalah kalian. Umumnya sang adik merengek minta dibelikan motor baru. Atau setidaknya ingin  beli motor dan saat kalian kembali bekerja di kapal nanti , sang adik  yang menggunakan motor tersebut. Terkadang sang kakak juga mulai meminta modal usaha  , atau merasa adiknya lebih sukses dari dia sehingga ikutan tertarik ingin bekerja di kapal pesiar. Hati-hatilah terhadap segala tawaran investasi yang pastinya manis di muka.

” Lebih baik medepositokan uang di Bank  dan menghabiskan uang hasil kapal pesiar untuk membeli aset tidak bergerak  (tanah/rumah) jauh lebih baik daripada uang tersebut diinvestasikan kepada orang yang  tidak jelas keuntungannya “

Have fun / hang out bareng temen itu perlu. namun jangan sampai menjadi ajang pamer. Mentraktir temen, pastilah mereka senang. Lebih menyenangkan lagi kalau mereka berhasil ‘mengeruk’ keuangan kalian selama liburan mentraktir sana-sini . Karakter teman yang kayak gini biasanya hanya peduli dengan kita saat keadaan  sedang berduit. Kebutuhan hidup masih banyak , Impian kita juga belum sepenuhnya terpenuhi kan?. Jangan lupa sisakan anggaran untuk biaya keberangkatan kapal pesiar berikutnya.

Seiring kesuksesan di kapal pesiar,  bisa saja calon mertua   mulai ‘mengikat’ . maklum lah, melihat kalian sama saja melihat sebuah kepastian masa depan. Bukannya mereka materialistis, pastinya mereka berharap jodoh sesempurna mungkin untuk anaknya . Sebenarnya momen ini adalah momen yang paling pas untuk menguji pacar/tunangan kalian apakah masih bisa setia di hubungan jarak jauh (LDR). Bisakah bertahan jika dia mempunyai pasangan pelaut kapal pesiar?  Bagi pelaut kapal pesiar yang masih jomblo (ehh,..emang masih ada?..) pastinya banyak yang ingin menjodohkan kalian dengan pilihan mereka. keep cool dan rilex saja guys !!. Jangan lupa selalu minta pertimbangan orang tua terutama untuk memilih pasangan hidup.

Tak terasa masa-masa liburan hampir berakhir, Jika ada sisa uang silahkan tambahkan ke deposito atau berikan ke orang tua sebagai pegangan mereka. Jangan  lupa untuk menyumbang tempat ibadah atau panti asuhan . From now on , masa depan kalian terbuka lebih luas lagi. berbagai impian dan cita-cita kebendaan  mulai terpikirkan. pastinya akan menjadi target kalian akhir kontrak tahun depan.

anak_muda

“Bekerjalah semaksimal mungkin  di kontrak kapal pesiar berikutnya, tidak ada cara lain untuk meningkatkan gaji/posisi  selain dengan Bekerja keras , Jujur dan senantiasa berdo’a kepada Tuhan Y.M.E.”

JAYALAH SELALU PELAUT KAPAL PESIAR INDONESIA !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s