Part 2 : Menggapai Kesuksesan Pelaut Kapal Pesiar (bagi yang sudah menikah)

sail1

Pengennya semuda mungkin bisa bekerja di kapal pesiar, namun kadang prosesnya butuh banyak waktu. On the job training di hotel sudah terlalu nyaman malah ditawari sebagai pegawai tetap hotel tersebut, keterima kerja di hotel  Timur Tengah dan ingin mencari pengalaman dulu disana, hingga ditahan-tahan pasangan  karena khawatir ditinggal kerja sebagai crew kapal pesiar (LDR). Bahkan ada juga yang baru tahu peluang kerja kapal pesiar namun kondisi sudah menikah bahkan sudah punya anak dan belum siap pisah dengan keluarga.

Sebuah anugerah yang patut disyukuri, mendapatkan pekerjaan sebagai pelaut kapal pesiar dengan segala lika-likunya, tetaplah pekerjaan ini menghasilkan duit cepet. Bagi rekan-rekan yang sudah  menikah dan baru mengawali karier sebagai pelaut kapal pesiar perlu banyak bersyukur. Ditengah susahnya mendapatkan pekerjaan dan apalagi persaingan menuju diterimanya oleh perusahaan kapal perlu banyak perjuangan. Ini adalah sebuah babak perjuangan baru untuk kesuksesan keluarga di masa depan. Pasangan hidup sudah ada, gaji besar sudah  menunggu di depan mata. Tinggal bagaimana menyelaraskan kedua hal ini yaitu saling menjaga kesetiaan dan berkomitmen menabung untuk masa depan yang lebih baik.

happy-family.png

Sebagai  sebuah keluarga haruslah prioritas utama adalah memiliki rumah. Kepulangan kontrak pertama perlu segera mencari opsi kredit perumahan atau membeli rumah bekas. Alangkah lebih baik jika pasangan juga bekerja/berwirausaha  sehingga bisa mensupport cicilan perumahan. Meski sudah bergaji besar, tetap harus bisa mendidik pasangan untuk bergaya hidup normal, utamakan gizi dan pendidikan anak. Bekerja di kapal pesiar penuh dengan kerja keras, jangan sampai uang yang dikirim untuk keluarga di rumah digerogoti ‘saudara/tetangga jahat’ yang berusaha cari keuntungan dengan meminjam uang atau menawarkan bisnis nggak jelas. Disini diperlukan keberanian dari pasangan untuk tidak mudah meminjamkan uang. Bukannya pelit, namun sering terjadi keluarga pelaut kapal pesiar menjadi korban praktek seperti ini.

Kepulangan kontrak pertama perlu juga  memberikan oleh-oleh untuk keluarga sebuah gadget terbaru yang akan menjadi sarana komunikasi dengan keluarga pada kontrak kerja berikutnya. Laptop/Android dan jaringan wifi di rumah sehingga komunikasi bisa lancar. Mumpung punya income bagus, perlu juga berlangganan TV kabel yang ada program pendidikan anak. Bagi yang lebih memilih untuk membeli tanah, silahkan saja jika ingin berinvestasinya seperti itu. Jika sementara masih tinggal di rumah orang tua/mertua bisa mengutamakan untuk membeli mobil dulu jika memang orientasinya lebih penting kendaraan daripada rumah tinggal.

Next, tak perlu banyak keinginan pribadi karena fokus semua hasil kapal pesiar adalah untuk keluarga. Yang merasa belum cakap berbisnis lebih baik uangnya dideposito saja. Tidak perlu memaksakan pasangan untuk berbisnis di rumah sembari ditinggal bekerja di kapal pesiar. Bagaimanapun juga berbisnis itu bakat-bakatan kalau kata orang bilang. Lebih baik fokus mengurus rumah dan terutama anak. Jika pasangan bekerja, bisa juga mempertimbangkan mempekerjakan asisten rumah tangga.Tidak mudah meninggalkan keluarga di rumah demi sebuah masa depan yang lebih baik. Semua harus dilandasi dengan niat dan do’a. Komitmen untuk kesejahteraan bersama dan pendidikan anak harus dipegang teguh.

JAYALAH SELALU PELAUT KAPAL PESIAR INDONESIA !!!

sail2

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s