dalam pencarian : Bisnis Paling Aman dan Nyaman untuk Pelaut Kapal Pesiar

 

cara-memulai-usaha-yang-aman-dari-nolBertahun-tahun berprofesi menjadi pelaut kapal pesiar dan telah mencoba beberapa jenis wirausaha membuat saya berpikir “apa sih bisnis yang paling enak dijalanin, minim resiko dan profit mengalir terus?”. Sudah menjadi cita-cita kita semua saat dulu mengawali karier kapal pesiar untuk mengumpulkan modal. Banyak buku dibaca dan banyak peluang bisnis dipelajari demi impian menjadi seorang wirausaha sukses.

Ngobrol peluang bisnis bersama rekan adalah kegemaran  saya, menggali  ilmu mereka yang  terkadang tidak pernah ditemukan pada buku-buku pengembangan bisnis manapun. Banyak rekan pelaut kapal pesiar mencoba berbagai bisnis, mulai yang hanya ikutan teman, hingga faham betul seluk-beluk bisnisnya. Makelar mobil/motor, bengkel, buka warnet (yang kini mulai meredup), cuci mobil, laundry, catering, buka cafe,dll. Dari menggabungkan semua opini  rekan-rekan pelaut dan buku-buku sukses wirausaha dapat saya simpulkan bahwa cara mempunyai bisnis yang nyaman adalah sebagai berikut:

  1. Usahakan untuk menggunakan modal sendiri (tanpa pinjam Bank). Enak di depan tanpa memikirkan nantinya di belakang. Terkadang iklim bisnis naik-turun dan keuntungan kurang stabil. Namun cicilan Bank jalan terus. Bagi yang masih disupport gaji kapal pesiar tentu tidak terasa karena cicilan di Bank bisa tercover dengan baik. Namun bagi yang sudah niat pensiun dari kapal pesiar perlu berpikir ulang jika menggunakan sumber modal pinjaman. Kesimpulan: Banyaklah menabung hasil gaji kapal pesiar, lebih baik uangnya untuk modal wirausaha daripada untuk foya-foya di kapal.
  2. Maksimalkan ruang usaha milik pribadi (bukan menyewa). Harapan kita punya wirausaha keren, berada di pinggir jalan ramai dan bisa foto-foto untuk dipamerkan kepada temen-temen di medsos, hehe.. Namun jika tempat usaha/ruko itu berstatus mengontrak, tentu akan sangat memberatkan keuangan kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pemilik tempat usaha/ruko akan menaikkan biaya sewa seiring dengan perjalanan tahun terutama jika keuntungan wirausaha kita lebih sukses. Banyak cerita rekan pelaut yang sudah settle berbisnis 3 tahun di rumah terpaksa harus menutup wirausahanya dan kembali bekerja di kapal pesiar lagi gara-gara biaya sewa tempat usaha/ruko membumbung tinggi. Laporan keuangan  bisnis bagus dengan profit wirausaha setahun hampir 80 juta namun jika biaya kontrak tempat usaha /ruko 50 jutaan seakan kita ini mencarikan duit sang pemilik tempat usaha/ruko. Belum lagi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak, dll yang membuat kepala pening ujung-ujungnya gak kuat dan ingin segera kembali bekerja di kapal pesiar. Kesimpulan: Kumpulkan modal sebanyak mungkin untuk membeli lahan kosong di pinggir jalan. Jika ada dana lagi bisa dibangun ruko  dan bisa untuk wirausaha sendiri atau disewakan ke orang lain. Terkadang mahalnya harga tanah dan kondisi keuangan membuat kita terpaksa mampunya membeli lahan kosong di daerah yang masih sepi. Tapi seiring perjalanan tahun, area tersebut  akan ramai juga dan produktif untuk wirausaha.
  3. Jika tidak punya sumber daya apapun, coba buka online shop!  Sebuah bisnis yang dahulu diremehkan namun saat ini banyak diminati karena bermodal minim dan beresiko minim. Tidak perlu mengontrak ruang usaha, bisa dilakukan di rumah, cukup bermodal android, paket kuota internet dan rajin posting dagangan/update status di medsos. Banyak pelaku bisnis ini bahkan tidak memiliki stok dagangan di rumah namun keuntungan mengalir terus. Cara lain adalah menjadi seorang  dropshipper. Silahkan googling apa itu “dropship”. simpelnya kita hanya menjadi makelar/buzzer mengiklankan foto barang dan jika ada pembeli, kita tinggal mengontak grosir penjual barang  untuk mengirimkan ke alamat pembeli (tentunya dengan nama pengirim/toko dan nomor HP kita). Kesimpulan : Apapun bisa kita lakukan untuk berwirausaha, jika ada kemauan pasti ada jalan.

gambar-rumah-kontrakan-2-lantai

Dari sekian banyak rekan pelaut pebisnis yang telah berhasil settle di darat dan tidak ingin kembali ke kapal pesiar lagi ternyata mereka berbisnis yang cukup simple.

Mereka memiliki beberapa rumah kontrakan atau kost

Sebuah pemikiran yang matang bahwa hidup itu harus punya aset yang semakin lama semakin naik harganya. Umumnya rekan-rekan pelaut ini menggunakan hasil kapal pesiar diinvestasikan untuk membeli tanah dan membangun rumah/kost. Bagi yang anggarannya minim biasanya membeli rumah tua dan dimodif kamarnya untuk bisa digunakan sebagai kamar kost, bagi yang dekat dengan area kampus lebih menguntungkan membuka kost mahasiswa. Bagi yang dekat dengan area perkantoran atau pabrik, bisa menyewakan kost untuk pasutri atau keluarga kecil. Seiring perjalanan tahun di kapal pesiar bisa menambah aset lagi, membeli tanah untuk dibangun atau bahkan  membeli kost-kostan yang sudah jadi. Biasanya niatan mempunyai bisnis ini sejak awal meniti karier di kapal pesiar. Beberapa rekan yang sudah berhasil, rata-rata  memiliki 3 rumah kontrakan pada 5 tahun karier kapal pesiarnya. Dunia bisnis kontrakan/kost tidak akan pernah sepi. Selama kitanya memahami kebutuhan area sekitar (lebih banyak mana antara mahasiswa atau karyawan).

investment_tools

Bagaimana kawan? Apakah tertarik dengan pilihan bisnis ini?. Bagi adik-adik yang baru studi kapal pesiar bisa mencoba mempunyai cita-cita wirausaha seperti ini. Tidak perlu bermewah-mewah di kapal yang penting  punya harta/aset di rumah. Buat rekan-rekan senior yang sudah banyak uangnya dan bingung mau bisnis apa boleh lah berinvestasi minim resiko .

Sudah siap disebut raja kontrakan???

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s