Wirausahawan (Alumni) Kapal Pesiar : Persiapan Menghadapi V.U.C.A World

vuca world

Dulu sebelum kita bisa bekerja di kapal pesiar seakan gampang banget ngebayanginnya. Cari duit yang banyak di  kapal buat modal bisnis. (Skip….Skip……) singkat cerita berhasillah kita diberangkatkan untuk kontrak tahun pertama  sebagai crew kapal pesiar. That’s mean one step closer menuju cita-cita sebagai pengusaha mapan. Banyak buku literatur dan tips berwirausaha saya pelajari. Mulai dari berbisnis berdasar hobby, berbisnis mengejar trend dan yang terakhir menyita perhatian saya adalah beberapa buku yang mengajarkan cara bagaimana membuat bisnis kita  tetap profit, syariah dan susah bangkrut. Well guys, Dunia modern telah berubah. Dahulu sekedar punya lahan strategis kita bisa berbisnis apapun, Setidaknya teras rumah pun bisa dijadikan warung kecil menjual barang-barang kelontong. Namun bukan itu yang diinginkan kita-kita sebagai pelaut kapal pesiar kan? Pengennya tuh bisnis yang keren. Bisa dibanggain ke Ortu dan rekan-rekan, apalagi kalau dekorasi tempat usahanya unik dan instagrammable “weh…wehh…

Jaman sekarang membangun  sebuah bisnis untuk bisa profit itu susah lho. Sekedar bisa running well bisa membayar pegawai, membayar cicilan Bank dan rutin membuat diferensiasi produk atau jasa yang ditawarkan pun sudah membuat kita pusing mikirin bisnis ini akan dibawa kemana. Makanya sekarang sering ditemukan banyak bisnis kolaps di tahun pertama bahkan di bulan-bulan awal berbisnis langsung kolaps pun ada. Perencanaan keuangan yang matang tetap harus dikedepankan.

Sekedar gambaran awal bahwa jika kita mau memulai bisnis harus melakukan analisa pasar dan analisa kemampuan pribadi kita termasuk modal. Istilah kerennya yaitu S.W.O.T analysis (Strong, Weakness,Opportunity, Threat). Rekan-rekan yang masih belum ngeh tentang apa itu S.W.O.T silahkan googling dulu ya guys! Analisa disini adalah tentang bagaimana bisnis yang kita rencanakan itu kedepannya akan prospek atau tidak. Tentunya dengan hitungan biaya-biaya (gaji pegawai, modal alat, investasi kendaraan, bayar kontrak tempat usaha dll). Banyak alumni pelaut kapal pesiar yang terlalu pede memulai bisnis dengan cadangan tabungan puluhan bahkan ratusan juta. Beberapa bisnismen latah yang sekedar mengikuti trend atau pengen instan beli franchise sebuah bisnis tanpa tahu dasar keilmuan bisnis itu.

Perkembangan dunia bisnis jaman sekarang jauh lebih susah lagi. It’s a V.U.C.A world dude! Bisnis yang sudah lancar bertahun-tahunpun bisa bangkrut mendadak gara-gara tidak waspada terhadap pesaing baru dan perubahan jaman pada  masa kini. Apalagi rekan-rekan yang baru akan memulai ingin mempunyai bisnis dari hasil kerja kapal pesiar. Kita perlu memperhatikan fenomena V.U.C.A ini. Sebelum tambah pening mikir ini artikel apaan???” mari kita simak apa itu 4 huruf yang jaman sekarang begitu ditakuti para bisnismen termasuk kita para pelaut kapal pesiar.

vuca2

  • VOLATILITY (Kerapuhan)

Perkembangan internet termasuk Google dan beberapa media sosial yang sharing tentang tips & trick, how to etc. mengakibatkan bisnis yang kita punya dengan mudah bisa ditiru. Manusia mempunyai sifat dasar plagiatisme dan melengkapi kekurangan orang lain. Maka bersiaplah jika bisnis yang susah payah kita buat akan dengan cepat dijiplak seseorang dan terkadang lebih baik. Apalagi kalau dia membuka bisnis di dekat lokasi bisnis kita, bahkan disamping lokasi kita.

  • UNCERTAINTY (Ketidakpastian)

Iklim bisnis yang tidak pasti seakan menjadi hal yang wajar pada saat ini. Banyak pebisnis termasuk kita-kita ini langsung terjun menekuni bidang wirausaha. Biasanya saat pulang dari kerja kapal pesiar, membawa banyak uang untuk modal. Googling sana-sini, nanya-nanya ke teman atau saudara bisnis apakah yang lagi hits. Setelah bisnis itu dimulai, mulailah banyak ketidakpastian terjadi, Konsumen yang tidak rutin datang, trend bisnisnya sudah habis, memperbesar skala usaha tetapi malah konsumen dan profit lebih sedikit. Diluar sana banyak pebisnis yang mungkin berpikir lebih keras dari kita. Contoh: Di saat kita menyewa ruko besar untuk membuka toko grosir, namun dikalahkan sama toko onlen yang memasang harga jauh lebih rendah.

  • Complexity (Kerumitan)

Jaman sekarang bisnis semakin rumit, dulu kita hanya mikirin profit aja dan cara menambah customer. Sekarang kita harus memikirkan banyak hal diantaranya: penambahan beban pajak, pengaruh bisnis terhadap lingkungan, Semakin banyak pesaing bisnis yang melancarkan teror halus seperti menjatuhkan harga pasaran, intimidasi terselubung (premanisme) dll. Permintaan konsumen juga semakin rumit. Tuntutan untuk diferensiasi produk atau jasa dan menambah fitur yang kita jual juga menambah daftar kerumitan berbisnis di jaman sekarang.

  • Ambiguity (Kerancuan)

Banyak sekali hal yang rancu dalam menjalani bisnis. Terutama bagi rekan-rekan yang baru pertama kali terjun ke dunia wirausaha. Persaingan tidak sehat, Harga pasaran yang tidak sesuai harga umum, dan banyak hal lain yang menimbulkan tanda tanya. Dunia telah banyak berubah. Semakin banyak wirausahawan yang  berarti semakin sempit kesempatan bersaing. Seminar-seminar bisnis yang sering mengupas tekhnik wirausahapun belum tentu menjamin kesuksesan berwirausaha.

Dari semua kesusahan diatas, timbul banyak anggapan yang sebenarnya belum tentu benar. “Bisnis itu bakat-bakatan”, “Bisnis itu hoki-hokian”, dll. Ada juga yang berprinsip bahwa “bisnis itu harus nekat”. Kalau modalnya besar dan bukan modal kredit yaa silahkan saja. Namun jika modal pas-pasan apalagi memaksakan diri pinjam ke Bank, perlu berpikir berkali-kali sebelum memutuskan bisnis apa yang pantas dijalani.

Well, enggak perlu takut memulai berbisnis. Bagaimanapun juga kita perlu punya bisnis yang mantap agar tidak selamanya harus bekerja di kapal pesiar. Resiko bertahun-tahun kontinyu  bekerja di kapal adalah kita menjadi pribadi yang minim pengetahuan. Perubahan jaman bergerak dinamis, sedangkan di kapal pesiar kita tahunya hanya kerja, tidur, gajian & jalan-jalan. Alhasil ketika modal ratusan juta terkumpul untuk berbisnis umumnya menguap sia-sia karena kita tidak memahami cara berwirausaha yang benar.

Berbekal pengalaman pribadi dalam berbisnis dan sharing ilmu  dengan banyak wirausahawan  eks pelaut kapal pesiar, berikut saya rangkum beberapa tips bagi rekan-rekan yang akan memulai berbisnis atau sedang mengawali bisnis.

  1. Pintar mencari peluang baru dan adaptif terhadap bisnis yang dijalani
  2. Minimalkan modal dan minimalkan jumlah pegawai untuk mengurangi beban gaji
  3. Jika punya cukup modal sendiri, jangan meminjam ke Bank
  4. Buatlah target hasil  jangka pendek saja, Karena hasil/keuntungan yang dicapai secara psikologis akan menambah kepercayaan diri dalam  menjalani bisnis kedepannya
  5. Siap dengan inovasi baru jika bisnis yang sedang dijalani dijiplak oleh orang lain

Artikelnya berat yaa guys? Saya yakin rekan-rekan bisa memahami. Jangan lupa perbanyak baca-baca buku tentang bisnis. Boleh juga googling tentang sukses bisnis dan sharing dengan rekan yang sudah sukses dalam berwirausaha.

good luck.jpeg

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s